Kedahsyatan Dzikrullah

Januari 6, 2009 at 2:14 am Tinggalkan komentar

Kedahsyatan Dzikrullah

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. (QS. Al-Anfal: 45)

Konsep kesuksesan orang kafir sangat mirip dengan konsep kesuksesan Qarun yang berkata, sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku. Qarun beranggapan bahwa harta dan kesuksesan itu datang dengan kehebatan dirinya sendiri. Dia hanya melihat apa yang ada pada dirinya dan tidak melihat apa yang ada pada Allah. Dia berfikir bahwa dengan rasa percaya diri, dia dapat melanggengkan hartanya. Dia lupa bahwa ada Allah Yang Maha sanggup membuatnya binasa sebagaimana dia telah membinasakan ummat sebelumnya yang lebih kuat darinya dan lebih banyak hartanya.

Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An-Nahl: 96)

Al-Qur`an mengajarkan kepada kita, bahwa ketika kita merasa gentar dalam menghadapi tantangan hidup, pada saat itulah kita harus meneguhkan keyakinan kita kepada Allah dan berdzikir kepada Allah Yang Mahabesar, Allahu Akbar. Uang 1 milyar, kesembuhan dari penyakit, dan segala hal itu adalah kecil di hadapan Allah Yang Mahabesar. Allah Maha sanggup untuk menyembuhkan kita dan menjadikan kita kaya.

Intinya adalah bahwa kesuksesan itu diawali dengan hati yang yakin kepada Allah, kemudian menseting otak kita dengan berdzikir mengucapkan Allahu Akbar 33 kali setiap selesai shalat agar otak kita menjadi otak yang percaya kepada Kemahakuasaan Allah, kemudian kita menjadikan ikhtiar kita sebagai bukti kefakiran kita di hadapan Allah, bukan sebagai penyebab datangnya kesuksesan seperti yang dianut orang kafir dan Qarun.

Kepasrahan total baru kita dapat ketika kita mengakui kelemahan kita di hadapan Allah dan mengakui kekuasaan-Nya. Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah. Sungguh, kita tidak dapat meraih sukses dan surga-Nya tanpa Kasih-Sayang dari Dia Yang membimbing kita di jalan-Nya yang lurus. Jalan Lurus akan dapat ditempuh oleh orang yang berhati lurus, berakal lurus, berlisan lurus, beramal lurus, dan berketeguhan yang lurus. Teguh dan pantang menyerah, shabar dan istiqomah, jiwa yang tegak lurus dalam menanti janji Allah dalam setiap langkahnya akan menemukan kesuksesan demi kesuksesan. Dan di ujung jalan itu akan dia temui kesuksesan besar, surga dan Wajah Tuhan-Nya.

Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni`mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (QS. Al-Fatihah: 6-7)

Dan barangsiapa yang menta`ati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni`mat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. An-Nisa: 69)

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali Imran: 31)

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Golongan Orang-orang Bertakwa Bahaya Pandangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Januari 2009
S S R K J S M
« Nov    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Blog Stats

  • 475 hits

%d blogger menyukai ini: